Apakah Anda sering tersesat di sebuah daerah atau lupa akan arah menuju suatu tempat? Anda mungkin pernah mengunjungi suatu tempat atau melewati suatu lokasi berkali-kali, namun masih merasa sulit mengingatnya. Ini mengindikasikan bahwa kecerdasan visual-spasial Anda kurang. Namun hal ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan sebagian besar orang dewasa mengalami hal yang demikian. Lantas apa yang dimaksud dengan kecerdasan visual-spasial? Kecerdasan visual-spasial adalah salah satu dari beberapa jenis kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam melihat hubungan antarbentuk dan hubungan sesuatu dalam ruang. Beberapa ciri orang yang memiliki kecerdasan visual-spasial yang tinggi adalah kemampuannya untuk membaca peta, mampu beradaptasi dengan lingkungan dan dunia sekitar. Jenis kecerdasan ini berkaitan dengan kecerdasan lainnya, yakni kecerdasan jasmaniah. Apabila Anda mampu memperbaiki dan mengembangkan kemampuan di salah satu jenis kecerdasan, secara otomatis hal ini berdampak pada perbaikan kecerdasan lainnya.
Sunday, July 4, 2010
Meningkatkan Kemampuan Visual-Spasial untuk Mengingat Lokasi
di
Sunday, July 04, 2010
Petani
Tatimmus Sholihaat
0
Pesan Kawan Petani
di
Sunday, July 04, 2010
Petani
Tatimmus Sholihaat
0
Pesan Kawan Petani
Punya ilmu??
Bagi-bagi dong......
Sama halnya dengan saya, kali ini saya ingin membagikan ilmu yang saya miliki. Yakni tentang Ilmu Komputer. Nah, agar memudahkan teman pembaca semua, materi tersebut dapat diunduh dengan mendownload link berikut. Semoga ini bermanfaat buat teman pembaca.
Download

Bagi-bagi dong......
Sama halnya dengan saya, kali ini saya ingin membagikan ilmu yang saya miliki. Yakni tentang Ilmu Komputer. Nah, agar memudahkan teman pembaca semua, materi tersebut dapat diunduh dengan mendownload link berikut. Semoga ini bermanfaat buat teman pembaca.
Download
Wednesday, January 27, 2010
Tangis Harap Ku Ayah
di
Wednesday, January 27, 2010
Petani
Tatimmus Sholihaat
0
Pesan Kawan Petani
Tangis Harap Ku Ayah
Ketika mentari tertutup awan gelap, rintik butir- butir air langit yang menetes berirama menari diatas atap rumahku. Hingga berjatuhan tampak olehku di depan jendela. Menatap awan gelap, teringatkan memori indah dahulu. Merenung meratapi masa kenangan lalu. Sudah lama tak kulihat wajah Ayahku. Terlintas sekejap sebuah kisah akanku ketika bersama Ayah dahulu.
Ketika itu aku duduk di kelas III SD. Masa itu, begitu manjanya aku pada Ayah. Setiap hari Ayah senantiasa menemaniku, mengajakku bercanda, tertawa, hingga menemani dan menceritakan dongeng sebelum tidur kepadaku. Terkadang Ayah memberiku kejutan yang tak pernah kuduga sebelumnya.
Seperti waktu itu, Ayah menjemputku tanpa aku tahu akan niatnya itu. Selepas aku melangkah meninggalkan gerbang sekolah, aku menatap sesosok pria yang kukenal. Ya, itu Ayahku. Ia melambaikan tangan padaku, beriringan dengan senyum penuh kehangatan kasih sayang padaku.
Kudekati dirinya, kubalas senyum hangat Ayah dengan kabar nilai ulanganku yang cukup memuaskan. Tersirat rasa bangga padaku tampak dari sorot matanya. Lalu dipeluknya aku erat, dan Ayah mengangkatku dan mendudukkanku di belakang sepeda. Lalu Ayah mengayuh sepeda menuju ke rumah dengan rasa bahagia.
Setibanya dirumah, Ayah menceritakan kabar bahagia itu kepada Ibu. Ibu pun merasa bahagia dan bangga akanku. Kenangan itu menjadi kenangan terindah dalam hidupku.
Namun, sekejap aku tersadar dari angan. Ayah kini tak lagi bersamaku. Ia pergi meninggalkan kami sejak dua tahun yang lalu. Tak ada kabar tentangnya hingga kini. Mengenang dirinya, tak terasa air mata telah mengalir berteman dengan turunnya hujan yang tampak di luar jendela rumahku. Sambil mengusap air mataku, kutengadahkan tatapan penuh harap ke langit. Beriring doa mengalun kusampaikan untuknya yang kini entah ada di mana berada. Kuharap untuknya tuk selalu ingat akanku dan Ibu yang senantiasa menantinya akan kedatangannya diantara kami kembali.
Subscribe to:
Comments (Atom)

